Powered By Blogger

Sunday, May 27, 2012

FLUOR ALBUS


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar belakang
Flour albus bukan penyakit melainkan gejala yang paling sering kita jumpai dalam Gynekologi.
Yang dimaksud dengan flour albus adalah cairan yang keluar dari vagina yang bersifat berlebihan dan bukan merupakan darah. Secara normal selalu seseorang wanita yang mengeluarkan cairan dari alat kelaminnya yang berasal dari :
*      Transudat dinding vagina
*      Lendir cervix
*      Lendir kelenjar II Barthalini dan Skene.

1.2  Tujuan
Untuk memenuhi bagaimana cara menghindari keputihan / Flour Albus ?
*    Gunakan pakaian dalam yang bersih dan kering, mudah menyerap menyerap keringat, hindari celana dalam ketat, celana jins ketat, pakaian dalam dan renang yang basah.sering – sering ganti pada saat sedang haid.
*      Ganti pakaian dalam 2 – 3 x sehari.
*      Hindari pemakaian cairan vagina

Sebab – Sebab flour Albus
1.      Konstitusionil : pada keadaan asheni, anemia, dan kronis dan pada bendungan umum
2.      Kelainan endokrin seperti pada functional bleeding (kadar destrogen tinggi pada kehamilan karena hydraemia dan pengaruh endokrin)
3.      Infeksi :
a.       Vulvitis – vulvaginalis
b.      Vaginitis
c.       Cervicitis
d.      Endometritis
e.       Salpingitis
4.      Sebab – sebab lain seperti :
Copus Allienum :
*      Passarium
*      Rambut kelamin
*      Rambut wol
*      Kain / kapas
Alat – alat atau obat – obat kontrasepsi fistula (fistula vesico vaginalis listula recto vaginalis).

Diagnosa
Diagnosa sebab flour albus dapat dicari dengan memperoleh :
*      Anam nesa
*      Keadaan umum
*      Pemeriksaan dalam
*      Pemeriksaan Mikrobiologis dan bateriologis


BAB II
PEMBAHASAN

Keputihan (leukore atau flour albus) adalah cairan yang keluar dari vagina. Dalam keadaan biasa, cairan ini tidak sampai keluar, namun tentu tidak bersift patologis. Pengertian lain :
  • Cairan yang keluar dari vagina selain darah. Dapat berupa skret, transudasi atau eksudat dari organ atau lesi dari saluran genital.
  • Cairan normal vagina yang berlebih, jadi hanya meliputi sekresi dan transudasi yang berlebih, tidak termasuk eksudat.
Sumber cairan ini dapat berasal dari sekresi vulva, cairan vagina, sekresi serviks, sekresi uterus, atau sekresi tuba falopii, yang dipengaruhi fungsi ovarium

Penatalaksanaan Keputihan
1.         Servisitis kronik, penatalaksanaan : kauterisasi, bedah krio, konsasi, histerektomi, tergantung luas penyakit dan fungsi reproduksi.
2.         Vaginitis non spesifik ( selain trikomonas, kandida dan gonorea )
·         Cairan mukopurulen, klamidia : tetrasiklin
·         Clue cell ( sel skuamosa dengan banyak bakteri yang melekat padanya. Vaginitis ( Gardnerella, corynebakterium vaginal ) :
Metronidazol
Ampisilin 4 x 500 mg ( 7-10 hari )
Sefaleksin4 x 500 mg ( 6 hari )
Sefradin 250 mg
Triple sulfa krem/tablet pervaginam
·         Mycolasma hominis tetrasikin 4 x 500 mg ( 10 hari )
·         Enterobius vermicularis, rasa gatal di perinium / pemeriksaan mikroskopik perekat yang telah direkatkan di perimeum.
·         Entamoeba histolytica D/ trofozoit, periksa feses
·         Virus : herpes, HPV, sangat nyeri. Retensi urin : simtomatik
3.         nistatin 3 x 500.000 U/hari oral ( 7-10 hari )
 2 x 100.000 U/hari ervaginam ( 14 hari )
Mikonazol krem pervaginam ( 7-14 hari )
Kotrimazol pervaginam 100 mg ( 7 hari )
Gentin violet 1-5% pervaginam (lokal) tiap 2 hari
4.         Etinil Estradiol 0.01 mg oral 21 hari/siklus premarin 0.625 mg oral 25 hari/siklus



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Flour albus bukan penyakit melainkan gejala yang berasal dari vulva, vagina, cervik, corpus uteri, tuba. Yang disebabkan oleh konstitusionil kelainan endokrin infeksi : vulvitis, vaginitis, cervicitis, endometritis, salpingitis.

3.2 Saran
Kita sebagai seorang wanita harus menjaga alat kelamin / kemaluan, karena didaerah tersebut sangat lembab terhadap penyakit



No comments:

Post a Comment