Monday, June 4, 2012

ASKEP KLIEN POST HERNIOTOMY


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Tujuan penulisan ini adalah untuk memperoleh wawasan atau pengetahuan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada penyakit hernia.
Hernia adalah suatu benjolan isi perut dari rongga yang normal melalui lubang kongenitan.
Hernia Inguinalis Lateralis / Indirekta adalah hernia yang melalui anulus inguinalis internus / literalis, menyelusuri kanalis inguinalis dan keluar rongga perut melalui annulus inguinalis eksternal / medialis disebut lateralis karena terletak disebelah lateral vasa epigastrika inferior.
Vanalis inguinalis pada pria normal berisi fasikulus spermatikus, vasa spermatika, nervus spermatikus, muskulus kremaster, prosesus vaginalis petarei dan ligumentum rotundum. Pada wanita kanalis ini hanya berisi ligamentum rotundum.
1
 
Pembangunan Kesehatan adalah bagian integral dari pembangunan kesehatan. Pembangunan nasional bangsa Indonesia bertujuan untuk menghindari segenap bangsa Indonesia memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam perdamaian dunia.
1.2    Tujuan
·       Tujuan Umum    :  untuk memahami asuhan keperawatan atau secara komperhensif bio – psikososial dan spiritual dengan langkah – langkah proses keperawatan. Serta mendapatkan pengetahuan secara nyata tentang proses keperawatan pada klien Prost of Herniatomy.
·       Tujuan Khusus   :  dengan mendapatkan keperawatan diharapkan penulis mampu :
        Melakukan pengkajian
        Membuat perencanaan keperawatan
        Membuat diagnosa keperawatan
        Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan perencanaan keperawatan
        Melaksanakan evaluasi hasil tindakan
        Mendokumentasikan hasil keperawatan

1.3    Manfaat
Sebagai bahan pembelajaran dan pengetahuan bagi penulis agar lebih baik lagi dalam praktik berikutnya.


 
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1    Definisi
Herniatomy adalah suatu benjolan isi perut dari rongga yang normal melaui lubang congenital atau didapat, hernia abdominalis adalah suatu defek pada fsia dan muskulo – aponeorotik dinding perut, baik secara congenital maupun didapat yang memberi jalan keluar pada setiap alat tubuh selain lubang embrional yang tidak menutup atau melebar, akibat tekanan rongga perut yang meninggi. Hernia terdiri dari 3 hal, yaitu kantong hernia, isi hernia, dan cincin hernia.

2.2    Gejala Klinik
Umumnya penderita mengalami turun berat, burut atau klingsir; atau mengatakan adanya benjolan diselangkangan / kemaluan. Benjolan itu bias mengecil atau menghilang; dan bila menangis, mengejan pada waktu defekasi atau miksi mengangkat benda berat akan timbul kembali. Dapat pula ditemukan rasa nyeri pada benjolan atau gejala mual dan muntah bila telah ada komplikasi.

3
 
 

2.3    Tanda dan Gejala
­   Adanya benjolan disedangkan / kemaluan
­   Benjolan itu bisa mengecil atau menghilang bila istirahat
­   Nyeri bila benjolan di tekan
­   Benjolan membesar / timbul bila waktu defekasi atau miksi batuk mengendor

2.4    Penatalaksanaan
Pada hernia inguinalis lateralis reponabilis, maka dilakukan tindakan bedah elektif, karena takut terjadi komplikasi.
Pada yang ireponibilis, maka diusahakan isi hernia dapat dimasukkan kembali. Penderita istirahat baring dan puasakan atau mendapat diet halus. Dilakukan tekanan yang mengurangi pembengkakan. Lakukan usaha ini berulang – ulang sehingga isi hernia masuk untuk kemudian dilakukan bedah elektif dikemudian hari. Atau menjadi inkarerasi. Pada inkarerasi dan strangulasi maka perlu dilakukan bedah darurat.
Tindakan bedah pada hernia ini disebut herniatomi (memootng hernia) dan herniorafi (menjahit kantong hernia). Pada bedah elektif, maka kanalis dibuka, isi hernia dimasukkan, kantong diikat dan dilakukan “Bassini Plasty” untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.


 
BAB III
PEMBAHASAN ASKEP

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN DIAGNOSA MEDIS HERNIATOMI DI RUANG PRATAMA RUMAH SAKIT
TENTARA TINGKAT III CIREMAI
CIREBON

Format Asuhan Keperawatan
Nama Siswi                             : Atik Sucihati
NIS                                         : 06071049
Ruang                                      : Pratama
Pengkajian diambil tanggal     : 12 Januari 2009
Jam                                          : 12.30

3.1  Pengkajian
1.      Biodata
a.       Identitas Pasien
Nama                     : Tn. R
5
 
Umur                     : 47 tahun
Jenis Kelamin        : Laki – laki
Suku / Bangsa       : Jawa / Indonesia
Agama                   : Islam
Pekerjaan               : Pegawai Swasta
Pendidikan            : Tamat SMU
Alamat                  : Ds. Gertakmoyan blok 3 Kec. Pangenan Cirebon.

b.      Identitas Penanggung Jawab
Nama                     : Ny. Sulastri
Umur                     : 39 tahun
Jenis Kelamin        : Perempuan
Suku / Bangsa       : Jawa / Indonesia
Agama                   : Islam
Pekerjaan               : Ibu Rumah Tangga
Hub dengan pasien: Istri
Alamat                  : Ds. Gertakmoyan blok 3 Kec. Pangenan Cirebon.

2.      Keluhan Utama
Nyeri di bagian testis

3.      Riwayat Kesehatan
·         Riwayat Kesehatan Sekarang (PQRST)
Klien mengeluh dibagian pinggang, nyeri timbul bergerak dan nyeri hilang apabila posisi tubuh diam. Pada bagian atas klien merasa nyeri dan ngilu. Kien dating ke rumah sakit pada tanggal 12 Januari atas instruksi dokter klien harus dirawat.
·         Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Sebelumnya klien tidak pernah dirawat di RS.
Baru kali ini.
·         Riwayat Kesehatan Keluarga
Menurut keterangan klien, tidak ada anggota yang menderita penyakit seperti ini ataupun penyakit lainnya.
4.      Kesadaran Umum
a.       Tingkat Kesadaran
Composmentis
b.      Tanda – tanda Vital
Tekanan darah    : 120/70 mmHg
Suhu                   : 37,1ºC         
Nadi                   : 74 x/menit
Respirasi             : 52 x/menit
5.      Pemeriksaan Fisik
·         Kulit
­   Warna kulit                 : sawo matang
­   Tekstur kulit                : kering
·         Kuku
­   Keadaan kuku          : bersih
­   Warna                       : merah muda
·         Kepala
­   Bentuk kepala          : simetris
­   Kelainan                   : tidak ada
­   Keadaan rambut       : kotor
­   Kuit kepala               : kotor
·         Mata
­   Sclera                       : an ikterik
­   Konjungtiva             : an anemis
­   Reflek cahaya          : normal
­   Pupil                         : meosis
­   Kelainan                   : tidak ada


·         Hidung
­   Fungsi penciuman    : normal
­   Bentuk                     : simetris
­   Serumen                   : tidak ada
­   Kelainan                   : tidak ada nyeri tekan
·         Telinga
­   Fungsi pendengaran : normal
­   Bentuk                     : simetris
­   Serumen                   : tidak ada
­   Kelainan                   : tidak ada nyeri tekan
·         Mulut
­   Fungsi pengecapan   : normal
­   Kebersihan gigi        : kotor
­   Kelainan bibir           : tidak ada
·         Dada dan Paru – paru
­   Bentuk                     : simetris
­   Frekuensi nafas        : normal
·         Abdomen
­   Bising usus              
­   Nyeri tekan
·         Genetalia
­   Keadaan rectum       : tidak terkaji
·         Kekuatan otot
­   Reflek Bisep            : normal
­   Reflek Trisep            : normal
­   Reflek Paleta            : normal
­   Reflek Babyn sky    : normal

6.      Aspek Psikososial – Spiritual
a.       Aspek Psikologis
Klien sadar bahwa dirinya berada di rumah sakit, dia yakin penyakitnya akankembali sehat.
b.      Aspek Sosial
Hubungan dengan keluarga dan lingkungan baik ditandai klien selalu oleh keluarga secara bergantian, hubungan klien dengan perawat serta tim kesehatan lain juga baik. Klien terlihat banyak yang menjenguk.



c.       Aspek Spiritual
Klien adalah seorang muslim menurut klien, klien selalu melaksanakan ibadah karena klien lemah dan terpasang infus klien hanya selalu berdoa kepada Allah SWT untuk kesembuhannya.

7.      Aktivitas Daily Living
No.
Jenis Frekuensi
Saat sehat / di rumah
Saat sakit / di RS
1.
Nutrisi
·        Frekuensi
·        Porsi makan
·        Kesulitan

3 x/hari
Nasi, lauk pauk, 1 porsi
Tidak ada

3 x/hari
Nasi, lauk pauk, ¼ porsi
-
2.
Minuman
·        Jenis minuman
·        Frekuensi
·        Kesulitan

Air putih
+ 8 – 9 gelas/hari
-

Air putih
+ 7 gelas
-
3.
Personal Hygiene
·        Frekuensi mandi
·        Sikat gigi
·        Frekuensi keramas

2    x/hari
2 x/hari
2 hari 1x

Belum pernah
-
1 kali
4.
Eliminasi
·        Eliminasi Feces
Þ    Warna Feces
Þ    Konstitusi Feces
Þ    Kelainan
·        Eliminasi Urine
Þ    Warna Urine
Þ    Konstitusi Urine
Þ    Kelainan


Kuning tengguli
Padat, lembek

Tidak ada

Kuning
Bau khas
-



-
-

-

Kuning the
Bau khas
Ada
5.
Istirahat / tidur
·        Mulai tidur
·        Lamanya tidur
·        Sering terjaga

23.00 WIB
+ 8 jam
Nyaman

Tidak menentu
+ 5 jam
Sering terganggu






8.      Data Penunjang
A.    Pemeriksaan Diagnostik
No
Tanggal
Jenis Pemeriksaan
Hasil mg%
Nilai Normal
1.
12 Januari 2009
Hemoglobin
Lekousit
Hemotrosit
Trombosit
Waktu pendarahan
Waktu pembekuan
SGOT
SGPT
Ureum
Creatinin
Gula darah
16.0
9,2.00
48.4
204.00
1.30
2.15
42.6
40.0
25.1
0,74
60.7
Pria 14–18 gr%
5.000–10.000/mm
Pria 40 – 48%
200.000–500.000 /mm
1 – 3
2 – 6
30ºC Pria -25u/1
30ºC Pria -20u/1
10 – 50 mg%
Pria 0,7 – 1,2 mg%
-

B.     Program Therapy
Obat – obatan                                  : tanggal 12 Januari 2009
Inf Ringer laknat 500 ml                  : 20 x/menit
Ampicilin                                         : 1 gram
Ketorolac                                         : 1 amp
3.2  Analisa Data
No.
Data
Etiologi
Masalah
1.
Ds  : Klien mengeluh pada infeksi bagian pinggang dan testis
Do  : Klien tampak lemah
TD  : 120/70 mmHg
P     : 84 x/menit
R    : 20 x/menit
S     : 36ºC
Infeksi
Gangguan nyaman nyeri sehubungan dengan infeksi
2.
Ds  : Klien mengatakan tidak nafsu makan
Do : -  Porsi yang disediakan hanya ¼ porsi makan.
-  Klien prost Op
Anorexia
Gangguan nutrisi sehubungan dengan anorexia
3.
Ds  : Klien mengatakan belum pernah mandi selama di rumah sakit
Do : -  Badan kotor
-  Klien tampak lemah
Keterbatasan aktivitas
Gangguan personal hygiene sehubungan dengan mobilisasi


3.3  Prioritas masalah / Diagnosa Keperawatan
1.       Gangguan rasa aman nyeri berhubungan dengan adanya infeksi didaerah testis.
2.       Gangguan pemenuhan kebutuhan berhubungan dengan adanya anorexia.
3.       Gangguan Personal Hygiene mandi berhubungan dengan kelemahan fisik.













Perencanaan
ASUHAN KEPERAWATAN TN. R DENGAN DIAGNOSA MEDIS
HERNIATOMY DI RUANG PRATAMA
RST TINGKAT III CIREMAI
CIREBON
No.
Diagnosa
Tujuan
Perencanaan
Intervensi
Implementasi
Evaluasi
1.
Gangguan rasa aman nyeri berhubungan dengan adanya infeksi di daerah testis
Ds : Klien mengeluh nyeri pada bagian pinggang dan testis
Do : -  Klien meringis
-  Adanya luka post Op
-  Nyeri berkurang / hilang dengan criteria : Klien tidak mengeluh nyeri
­  Observasi tanda – tanda vital
­  Distraksi teknik
­  Beri obat sesuai advis dokter

­  Mengobservasi tanda – tanda vital
­  Melakukan perawatan luka dengan mengganti balutan luka yang ada pada klien
­  Memberikan obat sesuai advis dokter untuk mengurangi nyeri
S  :    Klien mengatakan nyerinya sedikt berkurang
O :    Klien terlihat tenang
A :    Masalah teratasi
P  :    Therapy dilanjutkan
2.
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan adanya anorexia ditandai dengan :
Ds : Klien mengeluh tidak nafsu makan
Do : Porsi yang disediakan hanya ¼ yang habis
Pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dapat teratasi dalam waktu 1 x 24 jam dengan kriteria:
­  Klien mengatakan nafsu makan bertambah
­  Porsi yang disediakan habis
­  Berikan makanan lunak agar mudah dicerna secara bertahap mulai dari bubur tim, bubur nasi, sampai nasi
­  Sajikan makanan selagi hangat untuk merangsang nafsu makan
­  Beri penyuluhan tentang pentingnya nutrisi untuk tubuh.
­  Memberikan makanan lunak, cukup bergizi. Sediakan porsi yang hangat sedikit tetapi sering seperti bubur nasi dan sayur
­  Menyajikan makanan selagi hangat
­  Memberikan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya nutrisi untuk tubuh 4 sehat 5 sempurna
S  :    Klien mengatakan mulai ada selera makan
O :    Keadaan masih lemah klien hanya dapat menghabiskan ¼ porsi saja
A :    Masalah teratasi
P  :   Lanjutkan program
3.
Gangguan personal hygiene berhubungan dengan kelemahan fisik ditandai dengan :
Ds : Klien mengatakan belum pernah mandi dan keramas
Do : badan klien terlihat kotor dan lien tampak lemah
Personal hygiene mandi teratasi dengan kriteria :
­  Klien tidak lemah
­  Klien tampak segar dan bersih
Anjurkan klien mandi dengan dibantu oleh keluarganya
Menganjurkan klien untuk mandi setiap hari dengan dibantu oleh keluarga
S  :    Klien mengatakan sudah rutin untuk mandi
O :    Klien terlihat segar
A :    Masalah teratasi
P  :   Asuhan mandi











BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Setelah penulis melaksanakan asuhan keperawatan pada Tn. R dengan diagnosa Medis Herniatomi di Ruang Pratama Tingkat III Rumah Sakit Tentara Ciremai Cirebon dan mengikuti perkembangan keadaan klien melalui proses keperawatan yang telah ditetapkan, nama penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :
·        Keterlibatan keluarga klien dan perawat ruangan dalam memperlancar pembuatan rencana asuhan keperawatan.
·        Dukungan saran dan prasarana untuk mengobservasi kondisi klien dan memberikan pelayanan keperawatan.
·        Selama melaksanakan asuhan keperawatan tidak semua masalah dapat diatasi, hal ini ditentukan oleh berat ringannya penyakit – penyakit yang diderita klien dan lamanya klien dirawat di rumah sakit.



21
 
 

4.2    Saran
v Untuk Institusi
Ø   Dengan diadakannya pembuatan laporan ini diharapkan semua kalangan lebih meningkatkan pengetahuannya di bidang kesehatan. Karena kesehatan sangatlah penting bagi kelangsungan hidup manusia.
Ø   Persiapan untuk praktek keperawatan lebih ditingkatkan kembali.
v Untuk Rumah Sakit
Dalam melaksanakan praktek asuhan keperawatan harus lebih ditingkatkan lagi dan langkah – langkah maupun proses keperawatannya.
v Untuk Klien dan Keluarga
Menjalin hubungan atau kerja sama yang baik untuk terciptanya kesembuhan klien secara optimal.








CATATAN PERKEMBANGAN
No.
Tanggal
Diagnosa Keperawatan
Tindakan
Evaluasi
Paraf
1









2


12-01-2009
Personal Hygiene









Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan adanya anorexia
Mencuci rambut








Memberikan makanan yang lunak dan bergizi
S = Klien mengatakan lebih segar
O = Terlihat lebih bersih
A = Masalah teratasi
P = Terapi dilanjutkan

S = Klien mengatakan mulai ada selera
O = Keadaan masih lemah, klien hanya bisa menghabiskan ¼ porsi yang disediakan
A = Masalah teratasi
P = Lanjutkan program




No comments:

Post a Comment